Melatih Ikan Cupang


               Fisik dan mental merupakan hal yang paling utama ikan cupang untuk bertempur dalam pertarungan. Kedua faktor tersebut muncul karena latihan fisik dan bahan kimia. Daya tahan fisik ikan cupang adu meningkat, napas panjang, sisik dan giginya menjadi kuat.

1. Memperkuat sisik dan gigi ikan cupang dengan bahan kimia

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, selain varietas ikan cupang, kelincahan bertarung serta kekuatan dan ketepatan memukul pada tubuh yang rawan, tanpa didukung dengan ketajaman gigi maka serangan tersebut tidak akan terasa oleh lawannya.

-Memilih anakan yang baik
Gaya bertarung anak ikan cupang yang dipilih harus sudah diketahui idealnya berumur 3 bulan. Usahakan gaya bertarungnya menyerang pangkal ekor atau perut.

-Menyiapkan bak
Persiapkan bak semen ukuran 100 x 100 x 100 cm, dengan ketinggian air 90 cm. Persiapkan lubang kontrol untuk ketinggian air.
Sediakan PVC 2,5 inc dengan tinggi 75 – 90 cm sebanyak 70 – 80 batang. Lubangi sekeliling PVC (dari bawah s/d atas) dengan paku dengan diameter 3 – 5 mm dan jarak 5 cm. Ini agar sirkulasi air dalam pipa berjalan lancar. Kemudian susun pipa tersebut, antar pipa harus memiliki jarak.
Isi air hingga batas maksimal (90 cm). Larutkan antibiotika Supertetrasiklin sebanyak 10 ppm(setara 5 kapsul), 3 sendok garam dapur untuk menetralkan pH air. Biarkan selama 48 jam.
-Menyiapkan larutan CaCO3
Masukkan anak cupang kedalam masing masing pipa selama 1minggu pertama. Ini agar anak ikan cupang yang terserang penyakit Ichtyophtirius multifiliis dapat disembuhkan.
Awal minggu kedua, air dalam bak diganti sebanyak 3 ember berukuran diameter 30 cm dan tinggi 50 cm. Tapi air pengganti sebaiknya sudah diberi Kalsium Karbonat (CaCO3).

Cara melarutkan CaCO3
Campurkan sebanyak 10 cc HCL dengan 10 mg CaCO3 dalam botol kristal.
Larutan ini di campur dengan 1 ember air.
Lakukan hal sama setiap 2minggu selama 3 – 4 bulan.

Selama perawatan, ikan cupang diberi pakan kutu air atau jentik nyamuk (cuk) pagi dan sore. Selang tiga hari sebelum penggantian air, ikan diberi suplemen berupa daging udang yang berfungsi mencemerlangkan sisik dan siripnya. Daging udang jangan diberikan ke ikan cupangtiap hari, karena dapat mengeruhkan air.
Setelah 3-4 bulan cupang adu dapat di angkat, saat itu ikan sudah berumur 7 bulan. Selain gigi dan sisiknya keras, pernapasannya pun bagus.

2. Melatih Keberanian

-Mutar | Ngaduk
Usai penggemblengan, masukkan ikan cupang adu dalam stoples berdiameter 20 cm yang berisi air setinggi 10 cm dan biarkan cupang istirahat selama 24 jam.
Keesokan harinya tambah air didalam stoples hingga penuh dan cupang adu dijemur dibawah sinar matahari dari pukul 07 – 09. Beri sekat antara dua stoples. Setelah dijemur, biarkan ikan cupang istirahat selama 10 menit.
Kemudian buka sekat, biarkan cupang saling berpandangan. Aduk stoples sebelah kiri perlahan sesuai arah jarum jam, sedang sebelah kanan diaduk berlawanan jarum jam. Lakukan pengadukan sampai hitungan 25. Ulangi pengadukan serupa hingga 5 kali.
Latihan serupa dilakukan lagi pada sore hari pukul 16.00 – 16.30 dan berlangsung 3 – 5 hari.
Setelah dilatih, ikan cupang diistirahatkan selama 48 jam. Cupang adu dapat diberi pakan tambahan berupa daging udang setiap pagi dan sore.

 


About these ads

Satu komentar on “Melatih Ikan Cupang”

  1. agil mengatakan:

    saya punya cupang bagan tapi jelek kaya gimanah tuhh…coy….?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.