Antara Ikan Cupang Aduan dan Cupang Hias

Masyarakat banyak yang sudah mengenal ikan cupang aduan. Umumnya masyarakat hanya berpendapat bahwa ikan cupang merupakan jenis ikan hias yang dapat diadu.
Orang awam mengenal ikan cupang sebagai ikan laga.
Di kalangan ilmuwan, antara cupang hias dan cupang adu merupakan dua jenis ikan yang berbeda, walaupun masih satu famil, yaitu Anabantidae.
Literatur yang mengulas ikan hias, baik dari dalam maupun luar negeri menyebutkan bahwa cupang hias merupakan angota dari marga Trichopis. Orang banyak menamai ikan ini dengan nama talking gourami. Sifatnya tenang dan tidak pernah mau diadu. Sejak tahun 60-an cupang ini dikenal dengan cupang hias biasa.
Pada tahun 70-an importir ikan hias memasukan jenis ikan cupang lain ke Indonesia. Jenis ikan cupang ini ada yang bersirip panjang adapula yang pendek. Ikan cupang yang bersirip panjang dinamai slayer, hanya dijadikan ikan hias akuarium. Sementara ikan cupang yang bersirip pendek merupakan ikan laga yang juga dikenal dengan nama cupang adu bangkok. Ikan bermarga beta ini agresif dan suka bertarung sesamanya, sehinga  dijuluki fighting fish.

Pada era tahun 80-an kembali importir memasukan cupang hias dan cupang adu. Cupang adu ini ternyata lebih jagoan dibandingkan dengan cupang adu bangkok. Jagoan ini didatangkan dari singapura yang dikenal dengan nama cupang adu singapura.

Saat itu ada dua jenis cupang adu singapura yang didatangkan ke lndonesia.
Ikan cupang berdasi hitam (cupang adu singapura belgi)
- Ikan cupang berdasi merah (cupang adu singapura)

Dikalangan pengemar ada yang berangapan bahwa cupang adu singapura, cupang adu bangkok (siamesse fighting fish) dan cupang adu bagan api merupakan satu spesies. Padahal sebenarnya ikan – ikan cupang tersebut berbeda spesies.
Nama ilmiah cupang adu singapura adalah Betta imbellis
Nama ilmiah cupang adu singapura belgi     Betta smaragdina
Nama ilmiah cupang adu bagan api                 Betta coccina
Nama ilmiah cupang adu bangkok                   Betta splendens

Hingga tahun 90-an ikan cupang aduan singapura merajai pertarungan


Air untuk Ikan Cupang Aduan

    Ikan cupang aduan termasuk ikan labirin sehingga tidak memerlukan oksigen terlarut di dalam air. Kualitas air tidak ditentukan oleh kadar oksigen terlarut. Meskipun membutuhkan oksigen yang relatif sedikit, tetap saja ikan cupang ini akan berkembang jika mutu airnya bagus.

Mutu air di pengaruhi oleh pH, kesadahan (hardnes), kandungan nitrit atau nitrat,dan oksigen terlarut. Sumber air untuk ikan cupang aduan sangat beragam, diantaranya air tanah, air sungai, atau air ledeng (air PAM). Perlakuan untuk ketiga air ini tentu berbeda-beda.
– Air sungai : perlu disaring dengan pasir, ijuk, atau zeolit (jika perlu), lalu ditampung dalam bak khusus dan diendapkan selama semalam.
– Air ledeng sering mengandung klorin, biasanya di netralisir mrmggunakan kristal K2S2O3 (kalium tio sulfat) yang dilarutkan dalam 30 liter air. Selain diendapkan semalaman, air ledeng juga perlu diaerasi minimal selama 8 jam.
– Air sumur sebaiknya diperlakukan seperti air sungai atau ledeng. Karena kandungan airnya harus diketahui, minimal kandungan oksigen terlarutnya cukup.
“Dari manapun sumber airnya, pasti mengandung gas CO2 dan H2S, mineral serta koloid. Untuk itu air perlu diendapkan selama 24jam atau diaerasi selama 8 jam sebelum dipergunakan untuk cupang adu agar gas CO2 dan H2S menguap.

A. Angka pH
Rumus kimia air adalah H2O yang pH (derajat keasaman) antara 1 – 14.
Angka pH 1 berarti sangat asam, angka pH 7 berarti netral, angka pH 14 berarti sangat basa.
Semakin banyak kandungan ion hidrogen, maka air semakin tinggi keasamannya dan semakin rendah pH-nya. Mengukur kadar pH dapat mempergunakan kertas lakmus, kertas pH, atau pH meter.
Mempergunakan kertas lakmus hanya dapat mengetahui apakah air tersebut asam atau basa. Tetapi angka pH-nya tidak terlihat.
Maka dianjurkan menggunakan kertsa pH, karena kita akan mengetahui angka pH-nya.

B. Kesadahan
Ikan cupang adu membutuhkan kesadahan air (hardness) tertentu, yaitu menunjukkan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium,dan seng di alamnya.
Ada anggapan bahwa yang paling banyak mempengaruhi kesadahan air adalah kandungan kalsium dalam bentuk CaCO3.

C. Kandungan Nitrit
Sisa pakan cupang adu, kotoran ikan, tanaman mati dan lumut dapat berubah menjadi amoniak atau amonium.
Amoniak berubah menjadi nitrit (NO2). Populasi cupang adu yang terlalu banyak juga dapat menaikkan kadar nitrit.
Mengganti air dan aerasi akan menjaga kualitas air secara otomatis. Hal ini akan menjaga kadar nitrit dalam ambang toleransi.
Dari rangkaian siklus nitrogen, nitrit akhirnya akan di ubah menjadi nitrat oleh bakteri nitro bakteri.

D. Oksigen Terlarut
Kekurangan okigen bagi ikan cupang aduan akan menjadi resiko besar. Tidak lazim akuarium atau wadah tempat hidup cupang adu dihias tanaman air. Pada siang hari, kehadiran tanaman hias akan mengakibatkan kandungan okdisen semakin jenuh akibat proses fotosintesis. Sementara pada malam hari kadar oksigen akan merosot karena tanaman hias akan menghasilkan CO2.


Aturan Pertarungan Ikan Cupang Aduan

Pada setiap arena pertarungan ikan cupang aduan, sudah tentu ada aturan baku dan aturan kesepakatan. Dengan adanya aturan – aturan ini, diharapkan  pertarungan cupang adu akan berjalan tertib dan lancar.

1. Aturan baku
Beberapa aturan baku yang sering dipakai disetiap arena pertarungan ikan cupang adu  antara lain:
– Stoples atau wadah tempat pertarungan disediakan oleh penyelenggara atau tuan rumah.
– Stoples dalam keadaan kosong sebelum ada kesepakatan bahwa ikan cupang adu siap untuk bertarung.
– Pegisian air kedalam stoples harus disaksikan oleh kedua pihak pemilik cupang adu yang akan diadu.
– Saat pertarungan berlangsung, stoples pertarungan tempat kedua ikan cupang tak boleh disentuh.

2. Aturan kesepakatan
Selain aturan baku tersebut, ada juga aturan kesepakatan tentang lamanya pertarungan
–  Lama pertarungan ditentukan oleh kedua belah pihak, jika melebihi waktu yang telah ditentukan tetapi belum menunjukkan tanda – tanda ada cupang adu yang kalah maka pertarungan dianggap seri.
– Lama pertarungan tidak dibatasi, pemenangnya ditentukan sampai salahsatu ikan cupang kalah.
– Lama pertarungan tidak dibatasi, pemenangnya ditentukan setelah salahsatu ikan cupang sudah menghindari lawannya, meskipun lawan tersebut sudah tidak sanggup lagi melancarkan serangan.
– Lama pertarungan ditentukan selama 1 – 3 jam (tergantung pada daerah), jika tidak ada ikan cupang aduan yang kalah maka perlu diturunkan cupang ketiga yang disebut “algojo”. Pemenangnya ditentukan dari jumlah pukulan dari algojo yang sanggup ditahan ikan cupang. Ikan cupang adu algojo disiapkan oleh penyelenggara dan harus disetujui oleh kedua belah pihak.


Pencegahan Penyakit pada ikan cupang

Meskipun obat – obatan cupang adu banyak dijual di pasaran, tetapi upaya pencegahan terhadap serangan penyakit serta parasit merupakan langkah yang terbaik. Penyebab utama penyakit pada ikan cupang berasal dari pakan alami. Pakan alami yang paling rawan membawa bibit penyakit adalah cacing sutera. Itu sebabnya cacing sutera tidak diberikan untuk ikan cupang adu. Selain mengandung penyakit, cacing sutera juga membuat ikan cupang menjadi gemuk. Selain cacing sutera, jentik nyamuk (cuk) dan kutu air (daphnia) yang diambil dari genangan air yang kotor tanpa dibersihkan lebih dahulu dapat membawa bibit penyakit.

Meski bibit penyakit sudah terlanjur masuk kedalam wadah, ikan cupang belum tentu langsung terserang penyakit. Ada faktor yang membut ikan cupang adu terserang penyakit:
– suhu air dibawah 26°C
– pH dibawah 6,2
– kesadahan dibawah 5° HD
Mungkin juga serangan penyakit disebabkab oleh penggantian ber  pH diatas 7,2. Air yang ber pH diatas 7,2 dapat menyebabkan lendir ditubuh ikan cupang adu  menjadi berkurang atau hilang, sehingga cupang adu dapat diserang penyakit. Hindari latihan fisik terlalu berat untuk ikan cupang

Ada beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi  resiko penyerangan penyakit pada ikan cupang. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengganti air di dalam wadah pemeliharaan minimal sekali dalam seminggu.  Sebaiknya air tersebut sudah diendapkan selama 24 jam.Bila ikan akan dimasukkan dalam wadah baru, bubuhkan garam dapur sebanyak satu sendok teh untuk 5 – 7 liter air. Pemberian garam dapur berfungsi untuk membuat kesadahan air menjadi 8° – 10° HD. Langkah selanjutnya adalah pemberian daun ketapang secukupnya kedalam air sehingga pH air menjadi 6,5 – 7. Sementara suhu air harus dipertahankan 24° – 27° C.

Kemudian bubuhkan antibiotika secukupnya.
Langkah terkhir, bersihkan jentik nyamuk, kutu air, sebelum diberikan untuk pakan ikan cupang.


lnfusoria

Infusoria merupakan salah satu anggota filum protozoa yang termasuk ke dalam subkekas ciliaata, yaitu hewan -hewan bersel satu yang di lengkapi dengan bulu – bulu getar (silia). lmfusoria merupakan pakan alami yang sangat cocok untuk burayak cupang adu pada awal kehidupannya. Jasad renik ini berukuran sangat kecil, hanya sekitar 0,04 – 0,1 mm. Infusoria sering berkelompok sehingga mudah dilihat. Gerombolan infusoria berwarna putih bagaikan susu. Pemberiannya dapat dilakukan hingga cupang aduberumur 3 bulan.

Upaya untuk memproduksi infusoria melalui usaha budidaya dapat dilakukan sebagai berikut:

- Masukkan daun yang mudah hancur(daun kol, seledri, takas dan lainnya) ke dalam panci berisi air tawar. Usahakan agar seluruh daun tersebut terendam dalam air.
– Rebus semua bahan tersebut hingga mendidih selama 10 – 15 menit. Saring, cairan yang dihasilkam digunakan sebagai media pertumbuhan infusoria.
– Masukkan bibit infusoria ke media pertumbuhan dengan cara menuangkan 2 – 3 sendok air selokan yang banyak mengandung infusoria.
– Simpanlah media tersebut dalam keadaan terbuka selama 2 – 3 hari. Bila kondisi lingkungan mendukung, setelah 2 – 3 hari akan terlihat pertumbuhan infusoria yang ditandai dengan munculnya lapisan putih seperti awan dipermukaan air. Lapisan putih itulah yang merupakan jutaan infusoria yang tidak bisa dilihat dengan mata bila hanya sendiri. Umur infusoria hanya tujuh hari.
Setelah tujuh hari, infusoria harus di kultur lagi.
Pemanenan infusoria dapat dilakukan dengan mempergunakan pisau atau daun pisang untuk mengambi lapisan putih agak keruh tersebut.  lnfusoria dapat langsung diberikan kepada anak cupang adu.


Air untuk maskoki

Air merupakan media utama untuk memelihara ikan, dimana air berfungsi untuk mendistribusikan makanan serta oksigen. Bahkan dengan tekhnik tertentu, air dapat digunakan untuk membersihkan kolam dari kotoran hasil metabolisme serta sisa- sisa makanan. Tidak semua air yang tampak bersih dapat dipergunakan untuk memelihara maskoki, cupang adu atau ikan lainnya. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar budidaya ikan dapat berlangsung dengan baik.

Derajat keasaman
Air dengan derajat keasaman (pH) 6,5 – 8,5 sangat cocok untuk membudidayakan maskoki. Air yang bersifat asam atau basa dapat membahayakan kelangsungan hidup maskoki.

Kadar garam
Kandungan garam yang rendah tidak membahayakan kesehatan maskoki asalkan tidak melebihi 1%.

Penambahan zat kimia
Untuk mencegah halyang tidakdiinginkan, air yang berasldari PAM hendaknya tidak langsung digunakan. Air tersebut hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam, atau dibiarkan terbuka dibawah sinar matahari selama 3 – 4 hari..  Asam hidrokhlorin atau khlorin yang terkandung di dalamair PAM berbahaya bagi kehidupan anak maskoki dan maskoki dewasa.

Oksigen
Pengadaan oksigen dapat diupayakan dengan menambah tanaman air atau mempergunakan aerator (air pump) sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air dapat di tingkatkan. Perlu diketahui, tanaman air hendaknya tidak melebihi 1/3 luas permukaan kolam. Karena pada malam hari tanaman air juga menggunakan oksigen.

Pencemaran air
Pencemaran air biasanya terjadi oleh hasil eksresi (proses pengeluaran zat yang tidak digunakan oleh tubuh) dan sisa makanan maskoki. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya saprofit (organisme pengurai) yang menghasilkan gas – gas beracun yang dapat membahayakan kesehatan maskoki. Karena itu, perlu segera mengganti air kolam untuk mencegah keracunan pada maskoki dan organisme lainnya.


Kolam maskoki

Kolam untuk maskoki terdiri atas 3 jenis, yaitu:
1. kolam untuk pemeliharaan induk
2. kolam untuk pemeliharaan larva
3. kolam untuk pembesaran

Pada dasarnya, cara pembuatan ketiga jenis kolam tersebut tidak berbeda. Kolam dapat dibuat dari bahan apa saja, sesuai dengan biaya dan bahan yang tersedia,misalnya semen, batu bata, kayu, plastik, atau kaca. Bentuk kolam yang dirancang sesuai keinginan kita. Menurut hasil penelitian, kolam berbentuk bulat ternyata lebih menguntungkan dibandingkan dengan kolam yang berbentuk persegi atau bentuk lainnya.

- Kolam bulat tidak mempunyai sudut mati, sehingga sirkulasi air dapat mencapai keseluruh bagian kolam.
– Sirkulasi air pada kolam bulat dapat menyebarkan makanan dengan baik dan merata, begitu pula oksigen, keseluruh bagian kolam.
– Kolam bulat mampu mencegah terjadinya kerusakan fisik pada ikan yang dipelihara di dalamnya.

Ukuran kolam bervariasi sesuaidengan fungsi dan kebutuhan

Untuk maskoki, dapat dibuat kolam dengan ukuran 2 x 4 meter, sebagai tempat pemeliharaan induk maskoki dengan daya tampung 25 – 30 ekor. Kolam induk jantan sebaiknya dipisahkan dengan kolam induk betina, guna menghindari perkawinan yang tidak diinginkan.

Kolam untuk pemijahan dapat dibuat dengan ukuran yang lebih kecil, 1 x 2 meter untuk sepasang induk maskoki. Bila mempergunakan akuarium , maka diperlukan akuarium dengan ukuran 80 x 40 x 40 cm.

Kolam untuk pembesaran dibuat dengan ukuran 3 x 5 meter.

Beberapa petani memebuat kolam dengan ukuran yang sama, baikuntukpemeliharaan induk, pemijahan, maupaun kolam pembesaran. Mereka beranggapan bahwa kolam permanen yang sesuai untuk maskoki berukuran 1 – 2 meter persegi.

Kolam yang dibangun permanen, kedalam air yang ideal adalah 30 cm dibagian tengah kolam, dan 10 – 15 cm di bagian tepi.

Bagian dasar kolam intesif untuk maskoki sebaiknya datar dan agak miring kearah saluran pengeluaran.Bentuk pemukaan yang demikian mempermudah pengeringan dan pembersihan kolam. Kolam yang baru selesai dibuat sebaiknya tidak langsung diisi dengan maskoki, tetapi hendaknya direndam dahulu dengan air dalam waktu tertentu. Untuk kolam dari kayu direndam air selama 1/2 bulan, kolam semen setelahdikeringkan kemudian direndam selama 1 bulan. Maksud perendaman kolam agar tidak membahayakan kehidupan maskoki yang kelak dipelihara. Selama masa perendaman, air kolam harus sering diganti. Letak dan posisi kolam hendaknya harus mendapat cahaya matahari dalam jumlah yang cukup.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.