Pemijahan maskoki


Bila kolam perkawinan telah disiapkan, maka pada pagi harinya pasangan induk maskoki yang telah birahi dimasukkan. Jumlah induk yang dimasukkan sebaiknya sepasang saja, karena maskoki akan cenderung memberikan hasil terbaik bila dikawinkan dengan perbandingan satu ekor jantan dan satu ekor betina. Setelah induk maskoki dimasukkan kedalam kolam, maka pada sore harinya sekitar pukul 17.00 masukkan tanaman eceng gondok. Tanaman eceng gondok diletakkan dipermukaan air. Bila induk maskoki telah benar -0 benar birahi, semalam suntuk mereka akan saling kejar – kejaran. Biasanya induk jantan akan mengejar induk betina sambil menggosok – gosokan mulut dan tubuhnya keseluruh tubuh induk betina, terutama bagian perut. Pada suatu saat, induk betina akan melepaskan telur – telurnya ke eceng gondok. Bersamaan dengan itu, induk jantan akan melepaskan spermanya untuk membuahi telur tersebut. Proses pengeluaran telur biasanya berlangsung sejak fajar menyingsing hingga terbit matahari.
Umumnya induk betina akan mengeluarkan sebahagian telurnya dan segera dibuahi oleh sperma induk jantan. Selanjutnya, setiap 7 – 20 hari hari kemudian, induk betina akan mengeluarkan kembali telur – telurnya.  Proses pengeluaran telur ini terjadi berkali – kali hingga telur  yang dikandungnya benar – benar habis. Jumlah telur yang dikeluarkan tidak sama, yaituy antara 3000 – 5000 butir pada periode pertama maupun kedua dan pada periode berikutnya akan semakin berkurang.

Setelah proses perkawinan selesai, tanaman eceng gondok sebaiknya segera diperiksa untuk memastikan ada atau tidaknya telur – telur yang menempel. Sebab, mungkin saja kedua induk maskoki kejar – kejaran semalam suntuk tetapi tidak terjadi perkawinan. Pemeriksaan telur harus dilakukan dengan hati – hati agar telur yang menempel di eceng gondok tidak rontok atau rusak. Telur – telur yang telah dibuahi akan terlihat transparan dengan inti telur yang tampak jelas di bagian tengah. Sedangkan telur yang tidak di buahi akan mempunyai membran yang buram (putih keruh), dimana inti telur tidak terlihat jelas.

Agar telur – telur tidak di makan olehkedua induk masskoki, sebaiknya tanaman eceng gondok yang telah berisi telur segera dipindahkan ke kolam penetasan, dan pada kolam perkawinan diletakkan kembali tanaman eceng gondok yang baru sebagai media tempat telur – telur maskoki yang akan dikeluarkan beberapa hari kemudian. Pekerjaan ini dapat dilakukan berulang – ulang sampai induk betina maskoki berhenti mengeluarkan telurnya.

Cara lain agar telur – telurnya tidak dimakan oleh induk maskoki yaitu dengan memindahkan kedua induk maskoki ke dalam kolam pemijahan baru yang telah dilengkapi dengan eceng gondok.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s