Kolam maskoki


Kolam untuk maskoki terdiri atas 3 jenis, yaitu:
1. kolam untuk pemeliharaan induk
2. kolam untuk pemeliharaan larva
3. kolam untuk pembesaran

Pada dasarnya, cara pembuatan ketiga jenis kolam tersebut tidak berbeda. Kolam dapat dibuat dari bahan apa saja, sesuai dengan biaya dan bahan yang tersedia,misalnya semen, batu bata, kayu, plastik, atau kaca. Bentuk kolam yang dirancang sesuai keinginan kita. Menurut hasil penelitian, kolam berbentuk bulat ternyata lebih menguntungkan dibandingkan dengan kolam yang berbentuk persegi atau bentuk lainnya.

– Kolam bulat tidak mempunyai sudut mati, sehingga sirkulasi air dapat mencapai keseluruh bagian kolam.
– Sirkulasi air pada kolam bulat dapat menyebarkan makanan dengan baik dan merata, begitu pula oksigen, keseluruh bagian kolam.
– Kolam bulat mampu mencegah terjadinya kerusakan fisik pada ikan yang dipelihara di dalamnya.

Ukuran kolam bervariasi sesuaidengan fungsi dan kebutuhan

Untuk maskoki, dapat dibuat kolam dengan ukuran 2 x 4 meter, sebagai tempat pemeliharaan induk maskoki dengan daya tampung 25 – 30 ekor. Kolam induk jantan sebaiknya dipisahkan dengan kolam induk betina, guna menghindari perkawinan yang tidak diinginkan.

Kolam untuk pemijahan dapat dibuat dengan ukuran yang lebih kecil, 1 x 2 meter untuk sepasang induk maskoki. Bila mempergunakan akuarium , maka diperlukan akuarium dengan ukuran 80 x 40 x 40 cm.

Kolam untuk pembesaran dibuat dengan ukuran 3 x 5 meter.

Beberapa petani memebuat kolam dengan ukuran yang sama, baikuntukpemeliharaan induk, pemijahan, maupaun kolam pembesaran. Mereka beranggapan bahwa kolam permanen yang sesuai untuk maskoki berukuran 1 – 2 meter persegi.

Kolam yang dibangun permanen, kedalam air yang ideal adalah 30 cm dibagian tengah kolam, dan 10 – 15 cm di bagian tepi.

Bagian dasar kolam intesif untuk maskoki sebaiknya datar dan agak miring kearah saluran pengeluaran.Bentuk pemukaan yang demikian mempermudah pengeringan dan pembersihan kolam. Kolam yang baru selesai dibuat sebaiknya tidak langsung diisi dengan maskoki, tetapi hendaknya direndam dahulu dengan air dalam waktu tertentu. Untuk kolam dari kayu direndam air selama 1/2 bulan, kolam semen setelahdikeringkan kemudian direndam selama 1 bulan. Maksud perendaman kolam agar tidak membahayakan kehidupan maskoki yang kelak dipelihara. Selama masa perendaman, air kolam harus sering diganti. Letak dan posisi kolam hendaknya harus mendapat cahaya matahari dalam jumlah yang cukup.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s