Air untuk maskoki

Air merupakan media utama untuk memelihara ikan, dimana air berfungsi untuk mendistribusikan makanan serta oksigen. Bahkan dengan tekhnik tertentu, air dapat digunakan untuk membersihkan kolam dari kotoran hasil metabolisme serta sisa- sisa makanan. Tidak semua air yang tampak bersih dapat dipergunakan untuk memelihara maskoki, cupang adu atau ikan lainnya. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar budidaya ikan dapat berlangsung dengan baik.

Derajat keasaman
Air dengan derajat keasaman (pH) 6,5 – 8,5 sangat cocok untuk membudidayakan maskoki. Air yang bersifat asam atau basa dapat membahayakan kelangsungan hidup maskoki.

Kadar garam
Kandungan garam yang rendah tidak membahayakan kesehatan maskoki asalkan tidak melebihi 1%.

Penambahan zat kimia
Untuk mencegah halyang tidakdiinginkan, air yang berasldari PAM hendaknya tidak langsung digunakan. Air tersebut hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam, atau dibiarkan terbuka dibawah sinar matahari selama 3 – 4 hari..  Asam hidrokhlorin atau khlorin yang terkandung di dalamair PAM berbahaya bagi kehidupan anak maskoki dan maskoki dewasa.

Oksigen
Pengadaan oksigen dapat diupayakan dengan menambah tanaman air atau mempergunakan aerator (air pump) sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air dapat di tingkatkan. Perlu diketahui, tanaman air hendaknya tidak melebihi 1/3 luas permukaan kolam. Karena pada malam hari tanaman air juga menggunakan oksigen.

Pencemaran air
Pencemaran air biasanya terjadi oleh hasil eksresi (proses pengeluaran zat yang tidak digunakan oleh tubuh) dan sisa makanan maskoki. Hal ini dapat menyebabkan berkembangnya saprofit (organisme pengurai) yang menghasilkan gas – gas beracun yang dapat membahayakan kesehatan maskoki. Karena itu, perlu segera mengganti air kolam untuk mencegah keracunan pada maskoki dan organisme lainnya.

Iklan

Kolam maskoki

Kolam untuk maskoki terdiri atas 3 jenis, yaitu:
1. kolam untuk pemeliharaan induk
2. kolam untuk pemeliharaan larva
3. kolam untuk pembesaran

Pada dasarnya, cara pembuatan ketiga jenis kolam tersebut tidak berbeda. Kolam dapat dibuat dari bahan apa saja, sesuai dengan biaya dan bahan yang tersedia,misalnya semen, batu bata, kayu, plastik, atau kaca. Bentuk kolam yang dirancang sesuai keinginan kita. Menurut hasil penelitian, kolam berbentuk bulat ternyata lebih menguntungkan dibandingkan dengan kolam yang berbentuk persegi atau bentuk lainnya.

– Kolam bulat tidak mempunyai sudut mati, sehingga sirkulasi air dapat mencapai keseluruh bagian kolam.
– Sirkulasi air pada kolam bulat dapat menyebarkan makanan dengan baik dan merata, begitu pula oksigen, keseluruh bagian kolam.
– Kolam bulat mampu mencegah terjadinya kerusakan fisik pada ikan yang dipelihara di dalamnya.

Ukuran kolam bervariasi sesuaidengan fungsi dan kebutuhan

Untuk maskoki, dapat dibuat kolam dengan ukuran 2 x 4 meter, sebagai tempat pemeliharaan induk maskoki dengan daya tampung 25 – 30 ekor. Kolam induk jantan sebaiknya dipisahkan dengan kolam induk betina, guna menghindari perkawinan yang tidak diinginkan.

Kolam untuk pemijahan dapat dibuat dengan ukuran yang lebih kecil, 1 x 2 meter untuk sepasang induk maskoki. Bila mempergunakan akuarium , maka diperlukan akuarium dengan ukuran 80 x 40 x 40 cm.

Kolam untuk pembesaran dibuat dengan ukuran 3 x 5 meter.

Beberapa petani memebuat kolam dengan ukuran yang sama, baikuntukpemeliharaan induk, pemijahan, maupaun kolam pembesaran. Mereka beranggapan bahwa kolam permanen yang sesuai untuk maskoki berukuran 1 – 2 meter persegi.

Kolam yang dibangun permanen, kedalam air yang ideal adalah 30 cm dibagian tengah kolam, dan 10 – 15 cm di bagian tepi.

Bagian dasar kolam intesif untuk maskoki sebaiknya datar dan agak miring kearah saluran pengeluaran.Bentuk pemukaan yang demikian mempermudah pengeringan dan pembersihan kolam. Kolam yang baru selesai dibuat sebaiknya tidak langsung diisi dengan maskoki, tetapi hendaknya direndam dahulu dengan air dalam waktu tertentu. Untuk kolam dari kayu direndam air selama 1/2 bulan, kolam semen setelahdikeringkan kemudian direndam selama 1 bulan. Maksud perendaman kolam agar tidak membahayakan kehidupan maskoki yang kelak dipelihara. Selama masa perendaman, air kolam harus sering diganti. Letak dan posisi kolam hendaknya harus mendapat cahaya matahari dalam jumlah yang cukup.


Pemijahan maskoki

Bila kolam perkawinan telah disiapkan, maka pada pagi harinya pasangan induk maskoki yang telah birahi dimasukkan. Jumlah induk yang dimasukkan sebaiknya sepasang saja, karena maskoki akan cenderung memberikan hasil terbaik bila dikawinkan dengan perbandingan satu ekor jantan dan satu ekor betina. Setelah induk maskoki dimasukkan kedalam kolam, maka pada sore harinya sekitar pukul 17.00 masukkan tanaman eceng gondok. Tanaman eceng gondok diletakkan dipermukaan air. Bila induk maskoki telah benar -0 benar birahi, semalam suntuk mereka akan saling kejar – kejaran. Biasanya induk jantan akan mengejar induk betina sambil menggosok – gosokan mulut dan tubuhnya keseluruh tubuh induk betina, terutama bagian perut. Pada suatu saat, induk betina akan melepaskan telur – telurnya ke eceng gondok. Bersamaan dengan itu, induk jantan akan melepaskan spermanya untuk membuahi telur tersebut. Proses pengeluaran telur biasanya berlangsung sejak fajar menyingsing hingga terbit matahari.
Umumnya induk betina akan mengeluarkan sebahagian telurnya dan segera dibuahi oleh sperma induk jantan. Selanjutnya, setiap 7 – 20 hari hari kemudian, induk betina akan mengeluarkan kembali telur – telurnya.  Proses pengeluaran telur ini terjadi berkali – kali hingga telur  yang dikandungnya benar – benar habis. Jumlah telur yang dikeluarkan tidak sama, yaituy antara 3000 – 5000 butir pada periode pertama maupun kedua dan pada periode berikutnya akan semakin berkurang.

Setelah proses perkawinan selesai, tanaman eceng gondok sebaiknya segera diperiksa untuk memastikan ada atau tidaknya telur – telur yang menempel. Sebab, mungkin saja kedua induk maskoki kejar – kejaran semalam suntuk tetapi tidak terjadi perkawinan. Pemeriksaan telur harus dilakukan dengan hati – hati agar telur yang menempel di eceng gondok tidak rontok atau rusak. Telur – telur yang telah dibuahi akan terlihat transparan dengan inti telur yang tampak jelas di bagian tengah. Sedangkan telur yang tidak di buahi akan mempunyai membran yang buram (putih keruh), dimana inti telur tidak terlihat jelas.

Agar telur – telur tidak di makan olehkedua induk masskoki, sebaiknya tanaman eceng gondok yang telah berisi telur segera dipindahkan ke kolam penetasan, dan pada kolam perkawinan diletakkan kembali tanaman eceng gondok yang baru sebagai media tempat telur – telur maskoki yang akan dikeluarkan beberapa hari kemudian. Pekerjaan ini dapat dilakukan berulang – ulang sampai induk betina maskoki berhenti mengeluarkan telurnya.

Cara lain agar telur – telurnya tidak dimakan oleh induk maskoki yaitu dengan memindahkan kedua induk maskoki ke dalam kolam pemijahan baru yang telah dilengkapi dengan eceng gondok.


Maskoki | Pemeliharaan larva

Bila kondisi lingkungan cukup mendukung, telur maskoki akan menetas 1 – 3 hari setelah proses pembuahan. Penetasan telur tergantung pada temperatur air dan kandungan oksigen di sekelilingnya. Temperatur yang baik untuk pemijahan serta penetasan telur antara 19 – 20°C. Bila temperatur air terlalu tinngi atau endah dari kisaran tersebut, kemungkinana penetasan telur akan gagal. Meskipun ada beberapa telur yang menetas, umumnya individu yang dihasilkan akan mengalami cacat terutama pada bagian ekornya. Tinggi permukaan air pada kolam penetasan atau pemeliharaan larva cukup 15 – 25 cm. Hal ini disebabkan kemampuan larva masih sangat terbatas, baik untuk berenang maupun untuk mencari makanan. Setelah anak maskoki sudah mulai berenang, sebaiknya tanaman eceng gondo segera di angkat. Larva maskoki sangat peka dengan perubahan kondisi dan temperatur air karena dapat mengakibatkan kematian secara massal. Selain karena proses penguraian kotoran dan sisa makanan, penurunan kualitas air dapat disebabkan karena adanya telur – telur yang gagal menetas atau anak ikan yang mati sehingga menimbulkan pembusukan.

Larva maskoki yang berumur dua hari terlihat sebesar jarum. Selama lima hari pertama dalam hidupnya, larva ikan tidak perlu diberimakanan tambahan sebab masih memiliki kantung kuning telur bawaan sebagai cadangan makanannya. Pemberian pakan pada larva yang belum berumur 5 hari dapat menyebabkan kematian secara massal, sebab makanan tersebut tidak akan dimakan dan akan tertimbun di dasar kolam bersama kotorannya sehingga dapat menimbulkan proses pembusukan yang membahayakan kehidupan anak maskoki.

Pada hari ke 6, anak ikan sudah dapat diberi pakan tambahan karena cadangan makanannya sudah habis dan anak ikan sudah mulai beradaptasi dengan lingkungn di sekelilingnya. Makanan tambahan yang di berikan berupa makanan buatan, makanan alamiah, atau campuran keduanya. Makanan buatan yang diberikan biasanya terbuat dari rebusaan kuning tekur yang dilarutkan ke dalam air. Cara pembuatannya adalah dengan mencampurkan kuning telur dan tepung terigu (perbandingan 1 : 1). Campuran tersebut kemudian dibungkus dengan kain kasa yang halus dan dilarutkan dalam air. Bagian yang larut kemudian diberikan sebagai makanan ikan dengan cara menyemprotkannya keseluruh permukaan air di kolam mempergunakan sprayer. Jangan berlebihan memberikan makanan, karena sisa makanan akan membusuk dan mengakibatkan kesehatan ikan dan pertumbuhannya terganggu.

Larva ikan juga diberi makanan alamiah berupa kutu air. Penggunaan makanan alamiah dianggap lebih menguntungkan, selain kandungan proteinnya lebih lengkap, juga tidak menimbulkan pembusukan bila diberikan secara berlebihan. Untuk menghindari stres anak – anak ikan, sebaiknya air kolam tidak terlalu sering diganti. Sebab anak ikan masih terlalu peka dengan perubahan lingkungan yang terjadi secara tiba- tiba. Lakukan pergantian air setiap 5 hari sekali dengan menggunakan selang plastik (menyifon). Volume air yang diganti jangan melebihi 1/3 bagian dari volume air, dan sebaiknya air yang diganti berasal dari dasar kolam, tempat sisa makanan dan kotoran biasa tertimbun.

Pergantin air sebaiknya dilakukan pada sore hari kira – kira pukul 16.00 agar tidak terjadi perubahan temperatur yang terlalu drastis.


Maskoki | Wadah perkawinan

Wadah perkawinan harus segera disiapkan apabila telah terlihat adanya maskoki yang siap dikawinkan. Wadah perkawinana dapat berupa bak – bak kecil atau akuarium berukuran agak besar.
Ukuran bak yang digunakan cukup sekitar 2 x 1 x 0,6 meter atau akuarium berukuran 0,8 x 0,4 x 0,4 meter agar lebih mudah pengontrolannya.

Persiapan yan dilakukan pada wadah perkawinan:
– Pengeringan wadah
Tujuan utama pengeringan untuk memutus siklus hidup berbagai macam penyakit.
– Pencegahan lumut
Dapat menggunakan Ridall yang banyak dijual di toko ikan hias.
– Pencegahan jamur
Larutkan methylen blue ke dalam air (1 gram methylen blue : 100 ml air)
– Penyediaan media penempel telur
Media yang biasa digunakan adalah eceng gondok (Eichornia crassipes)

Penggunaan eceng gondok memberikan beberapa keuntungan yaitu:
– Akar  eceng gondok yang menjulur ke air memudahkan maskoki untuk menempelkan telurnya.
– Akar eceng gondok  sangat lentur dan lunak sehinga dapat menghindari terjadinya luka – luka pada tubuh ikan.
– Daun tanaman eceng gondok yang cukup lebat mampu melindungi telur – telur dan benih maskoki yang masih peka terhadap derasnya air hujan maupun teriknya sinar matahari.


Maskoki | Pemilihan induk

Keberhasilan perkawinana dan hasil sangat dipengaruhi oleh kondisi induknya. Adapun syarat – syarat induk maskoki yang baik untuk dijadikan induk adalah:
– Umurnya telah cukup dewasa dan matang kelamin.
– Sehat dantidak mengalami stre.
– Tubuhnya tidak luka.
– Tidak terserang penyakit atau parasit.
– Tubuhnya normal dan tidak cacat.

Maskoki yang telah berusia 7 bulan sudah cukup dewasa untuk dikawinkan. Namun para pakar perikanan menganjurkan agar menggunakan induk jantan yang telah mencapai usia 2 tahun, sedangkan induk betina telah mencapai usia 2 – 3 tahun.
Keindahan maskoki terletak pada bentuk dan warna tubuhnya, kedua hal inilah yang sering dijadikan parameter dalam pemilihan induk.
Berikut ini beberapa petunjuk sebagai patokan dalam pemilihan induk yaitu:

Bentuk kepala
Jika maskoki termasuk golongan berjambul, pilihlah induk yang memiliki ukuran kepala agak besar.
Jika maskoki tidak memiliki jambul, pilihlah induk yang memiliki ukuran kepala relatif kecil.
Jambul maskoki sebaiknya dipilih yang besar, tinggi dan lebar.
Bentuk badan
Bentuk badan yang biasanya diminati adalah maskoki yang bertubuh mendekati bujur sangkar, kecuali jenis maskoki mutiara yang berbentuk bola.
Bentuk sirip ekor
Sirip ekor yang dianggap baik adalah yang sempuna, tidak sobek – sobek, terdiri dari empat bagian dan posisinya mekar.
Ukuran sirip ekor serasi dengan besarnya tubuh ikan.
Gerakan tubuh

Gerakan tubuh maskoki saat berenang harus wajar dan stabil.
Jangan memilih induk yang gerakan berenangnya malas atau sulit bergerak.
Maskoki yang gerakan berenangnya menghentak – hentak  atau miring, jangan digunakan sebagai induk.
Warna tubuh

Maskoki yang memiliki satu warna dominan, pilihlah warna yang cerah dan tidak kusam.
Jika tubuhnya terdiri dari kombinasi warna, masing – masing warna harus mempunyai perbandingan yang seimbang.


Maskoki | Pemberantasan penyakit

Jika serangan penyakit atau parasit dikolam belum parah, maka dapat di atasi dengan penggunaan zat kimia. Akan tetapi bila penyerangannya telah demikian parah, sebaiknya seluruh maskoki atau cupang adu di kolam dimusnahkan agar tidak menular ke kolam yang lain.

1. Argulus
Argulus termasuk golongan udang primitif berbentuk bulat pipih. Tubuhnya terlindung oleh lapian transparan dan mempunyai ukuran tubuh yang relatif besar. Argulus menyerang ikan melalui bagian kulit. Ciri – ciri maskoki yang terserang, sirip atau bagian tubuhnya mengalami pendarahan. Pada bagian ini akan di dapati satu bahkan lebih Argulus.  Argulus berkembangbiak dengan bertelur.
Organisme ini biasanya diberantas dengan menggunakan penjepit (pinset) untuk melepaskannya dari tubuh ikan. Telur dan larvanya dapat dibunuh dengan cara mengeringkan atau memberi kapur pada dasar kolam ikan dengan dosis 200 gram per meter persegi dan dibiarkan selama 5 – 6 hari.
Jenis obat yang cukup efektif adalah
– neguvon (tepung) produksi Bayer.
merendam ikan di dalam larutan neguvon ( 1 gram per liter air) selama 10 – 30 menit.
– garam (NaCI 20 gram per liter air) atau (NH4CI 12,5 gram per liter air)
merendam ikan di dalam larutan neguvon ( 1 gram per liter air) selama 5 – 10 menit.

2. Dactylogyru dan Gyrodactylus
Dactylogyru dan Gyrodactylus adalah keluarga cacing yang berukuran sangat kecil. Daerah utama yang diserang adalah insang, kadang menyerang kulit juga. Akibatnya pernafasan ikan terganggu, lemas, sirip – siripnya menguncup.
Pada serangan awal dapat diatasi degan larutan malachet green (1 mg per 300 ml air). Atau 1 sendok makan per 200 liter air.
Kita dapat juga mempergunakan larutan formaldehida murni 25 ppm (25 ml formaldehida per 1000 liter air). Perendaman ikan jangan melebihi 10 menit.
Pengobatan dilakukan 2 – 3 kali selama 3 hari berturut – turut.

3. Ichthyophthirius multifilis
Ichthyophthirius multifilis adalah jasad renik dari golongan protozoa yang berukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ichthyophthirius multifilis biasanya menyerang lapisan lendir, sirip maupun insang maskoki. Organime ini biasanya membentuk koloni yang berupa bintik putih. Penyakit ini dikenal dengan nama white spot.
Ichthyophthirius multifilis dapat dimusnahkan mempergunakan:
– NaCl murni (10 – 30 gram per liter air). Lama perendaman ikan jangan melebihi 20 menit.
– Methylen blue (10 gram per liter air). Lama perendaman ikan 24 jam. Selang satu hari, perendaman dilakukan kembali.
– Malachit green (0,1 gram per satu meter kubik air). Lama perendaman ikan 24 jam.
Perendaman ikan dapat diulangi setelah 3 hari kemudian.