Mengultur cacing


Berdasarkan ukurannya, cacing dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu cacing kalus, cacing kecil dan cacing tanah. Dari ketiga golongan tersebut hanya cacing halus dan cacing kecil saja yang sering digunakan sebagai pakan maskoki.

1. Cacing halus
Cacing halus sangat cocok diberikan untuk maskoki pada awal masa kehidupannya. Cacing halus biasanya banyak terdapat di tanah yang agak berair seperti tanah sawah, timbunan sampah atau saluran air. Untuk membudidayakan cacing halus diperlukan media berupa beberapa piring plastik berdiamter 20 cm. Media pertumbuhan terdiri dari campuran tepung beras dan susu diletakkan pada piring plastik setebal 1 – 2 cm.
Selanjutnya masukkan cacing halus ke dalam media. Jika kondisi lingkungan cukup menunjang, cacing akan tumbuh dengan baik dan melakukan aktivitas perkawinan yang akan menghasilkan telur sebagai bakal individu baru. Cacing halus dapat dipanen setelah satu hingga dua minggu. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara mengayak media pertumbuhan sehingga diperoleh cacing halus, sedangkan media yang mengandung telur cacing dimasukkan kembali kewadah budidaya. Media pertumbuhan harus di tambah, sebab telur akan segera menetas dan cacing memerlukan makanan.

2. Cacing kecil
Cacing ini mempunyai ukuran lebih kecil dibandingkan dengan cacing halus, yaitu kurang dari 8 mm panjangnya dan biasanya diberikan untuk anak – anak maskoki yang berukuran relatif lebih besar. Cacing kecil biasanya dibudidayakan dengan mempergunakan pot dari tanah liat yang berdiameter 12,5 cm. Pot ini diletakkan pada sebuah kotak kayu yang telah diberi alas berupa tumpukkan lumut segar yang berfungsi untuk menjaga agar kondisi lingkungan tetap lembab dan basah. Karena apabila kondisi lingkungan menjadi kering cacing kecil akan sulit berkembang dan mudah mati. Di bagian dasar pot ditebarkan media pertumbuhan yang terdiri dari campuran ragi dengan bubur tepung beras. Media pertumbuhan ini ditutup dengan gelas, sehingga pada bibir gelas inilah cacing cacing kecil kelak akan berkumpul. Setelah benih ditebarkan dan dipelihara selama1 – 2 minggu, cacing kecil sudah dapat dipanen.

Pemanenan dapat dilakukan secara berulang – ulang. Bila produksi cacing telah menurun, sebaiknya dilakukan penambahan media pertumbuhan atau dilakukan pemanenan secara total.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s